Pelatihan budidaya lebah madu di BP2TSTH Kuok untuk ASN

 BP2TSTH (Kuok, 21 Februari 2019) Sebanyak 30 orang Penyuluh dan ASN (Aparatur Sipil Negara) dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) se Propinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan mengikuti kegiatan pelatihan budidaya lebah madu di BP2TSTH Kuok selama satu hari. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru dan BP2TSTH Kuok yang secara rutin dilakukan setiap tahunnya dalam kurun waktu beberapa tahun ini. Kedatangan para peserta ke BP2TSTH disambut oleh Kepala Balai BP2TSTH Kuok beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Kepala Balai BP2TSTH, Mochlis, S.Hut.T, M.P., menyampaikan pentingnya peran penyuluh khususnya penyuluh kehutanan sebagai penyambung informasi dan pengetahuan kepada masyarakat hingga tingkat tapak.

“Penyuluh merupakan tonggak terdepan dalam penyebaran informasi dan teknologi hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, jadi kegiatan pelatihan ini harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin”, tutur Mochlis.

Dalam kesempatan ini, tim peneliti lebah madu berkesempatan memaparkan materi berkaitan dengan Teknik Pemasaran Produk Budidaya Lebah Madu disamping materi-materi lainnya seperti Biologi Lebah dan Pengelolaan Koloni, Pemanenan Produk Lebah, Teknik Pengelolaan Produk Lebah, Analisis Usaha Budidaya Lebah Madu, dan beberapa praktek seperti Pengelolaan Koloni, Pemanenan Produk Lebah serta Pengolahan Produk Lebah.

“Materi-materi yang diberikan sangat penting bagi kami yang berhadapan secara langsung dengan masyarakat sekitar kawasan hutan, terutama bagian pemasaran hasil karena hamper sebagian masyarakat mengalami kesulitan pada tahap tersebut”, ujar salah seorang peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan secara antusias.

Hal senada pun disampaikan oleh koordinator widyaiswara dari BDLHK Pekanbaru, Novri Sisfanto, S.Hut.T., M.Sc. “Pemilihan materi memang kami sesuaikan langsung dengan kebutuhan para penyuluh di lapangan sehingga dituntut kesungguhan dari para peserta untuk mengikuti pelatihan karena sekembalinya mereka ke tempat tugas masing-masing harus menyebarluaskan hasil kegiatan ini kepada masyarakat di tempat tugas mereka”.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan penyuluh dan ASN dari berbagai KPH yang ada di beberapa propinsi di Sumatera ini dapat mendorong masyarakat di sekitar hutan untuk aktif dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu terutama budidaya lebah madu. Terlebih, keanekaragaman tanaman di dalam hutan dan sekelilingnya dapat menjadi sumber pakan bagi lebah. (ME/ASY).